Senin, 02 Maret 2015

Psikologi Anak – Rendah Diri dan Cara Mengatasinya

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

iklan-tusfiles
Sekarang ini, psikologi anak yang paling sering di jumpai di dunia persekolahan adalah sikap rendah diri pada anak itu sendiri. Walaupun sudah dilakukan sejumpah penelitian menyangkut hal tersebut, namun kenyataannya masih juga terdapat pada sejumlah sekolah. Mungkin saja, penerapannya masih belum secara langsung dengan orang tua murid, dan hanya pada elemen guru saja. Mungkin faktor luar sosial masyarakat menyebabkan siswa tersebut mengalami rendah diri.
Berikut ini saya akan mencoba merangkum pembahasan Rendah Diri dan Cara Mengatasinya berdasarkan rujukan para pakar ahli-ahli pada bidang psikologi anak, agar pembahasannya lebih terarah dan aktual. Dengan harapan rekapan pembahasan ini dapat menjadi tolak ukur buat para orang tua dan guru dalam menanggulangi psikologi anak yang memiliki Psikologi Rendah diri.

Pengertian Rendah Diri
Berdasarkan Literatur Online, Rasa rendah diri atau minder atau disebut juga low self-esteem adalah perasaan bahwa seseorang lebih rendah dibanding orang lain dalam satu atau lain hal. Perasaan demikian dapat muncul sebagai akibat sesuatu yang nyata atau hasil imajinasinya saja. Rasa rendah diri sering terjadi tanpa disadari dan bisa membuat orang yang merasakannya melakukan kompensasi yang berlebihan untuk mengimbanginya, berupa prestasi yang spektakuler, atau perilaku antisosial yang ekstrem, atau keduanya sekaligus. Tidak seperti rasa rendah diri yang normal, yang dapat mendorong pencapaian prestasi, kompleks rasa rendah diri adalah berupa keadaan putus asa parah, yang mengakibatkan orang (siswa) yang mengalaminya melarikan diri saat mengalami kesulitan.

Sementara menurut Alfred-Adler , seorang psikolog dan fisikawan kelahiran 7 Februari 1870 Rudolfsheim, Austria, mengatakan bahwa Rendah Diri merupakan perasaan kurang berharga yang timbul karena ketidakmampuan psikologis atau social maupun karena keadaan jasmani yang kurang sempurna.

Psikologi Anak - Rendah Diri dan Cara Mengatasinya


Menyimak kalimat-kalimat di atas, pastinya akan timbul pertanyaan kita dalam menyikapi sifat rendah diri yang diluar dari pada konteks normal. Apa yang menyebabkan seseorang merasa rendah diri? Untuk menjawab pertanyaan ini, mari kita baca isi pembahasan selanjutnya.

Penyebab Sifat Rendah Diri
  1. Saat lahir - setiap orang lahir dengan perasaan rendah diri karena pada waktu itu ia tergantung pada orang lain yang berada di sekitarnya.
  2. Sikap orangtua - memberikan pendapat dan evaluasi negatif terhadap perilaku dan kelemahan anak di bawah enam tahun akan menentukan sikap anak tersebut.
  3. Kekurangan fisik - seperti kepincangan, bagian wajah yang tidak proporsional, ketidakmampuan dalam bicara atau penglihatan mengakibatkan reaksi emosional dan berhubungan dengan pengalaman tidak menyenangkan sebelumnya.
  4. Keterbatasan mental - membawa rasa rendah diri saat dilakukan perbandingan dengan prestasi tinggi dari orang lain, dan saat diharapkannya penampilan yang sempurna padahal aturannya pun tidak dipahami.
  5. Kekurangan secara sosial - keluarga, ras, jenis kelamin, atau status sosial.

Cara Mengatasi Perasaan Rendah Diri
Berdasarkan rujukan situs DokterSehat.com (Portal Kesehatan Terbesar Indonesia) mengatakan bahwa perasaan rendah diri tentu saja dapat merugikan diri sendiri. Karena itu sikap seperti ini perlu dirubah sedini mungkin. Jangan sampai sikap ini menyebabkan kualitas hidup Anda menjadi lebih buruk. Berikut ini beberapa tips untuk mengatasi perasaan rendah diri:
  1. Sadari bahwa setiap orang pastilah memiliki kelemahan dan kelebihan. Terima kekurangan Anda dan cari kelebihan lain yang Anda miliki.
  2. Berpikir positif terhadap diri sendiri. Yakinlah bahwa Anda lebih baik dari apa yang Anda pikirkan.
  3. Berikan afirmasi postif kepada diri anda untuk merangsang conscious mind (pikiran sadar) dan sub-conscious mind (pikiran bawah sadar) yang dapat meningkatkan keyakinan anda dalam melakukan tindakan.
  4. Tingkatkan kepercayaan diri dengan bergaul di lingkungan orang-orang yang dapat menimbulkan sikap positif pada diri Anda. Selain itu, bacalah buku-buku yang dapat memotivasi diri Anda.
  5. Tentukan tujuan hidup Anda guna mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.
  6. Jangan menganggap suatu kegagalan seperti akhir dari kehidupan. Bangkit dan jalani semuanya untuk hasil yang lebih baik lagi.
Perasaan Rendah Diri bisa dikatakan bukan sesuatu hal yang permanen, semuanya itu masih bisa diatasi, peran orang tua dan guru dalam mengurangi perasaan itu akan menjadi parameter kelangsungan dia dalam menghadapi impian hidup, sehingga anak tersebut menjadi hidup dengan berpikir positif tanpa ada embel-embel perasaan rendah diri yang kompleks. Semoga bermanfaat.


bannerkomen
Share this article :

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA :

1 komentar:

Hon BookStore mengatakan...

Salam kenal, Nama saya "Pradana" dari Jogja.

Saya juga sering merasakan "Rendah diri" karena fisik. Sampai sekarang umur 26 tahun pun kadang rasa rendah diri itu muncul tiba2. Seperti, cari kerja dimana-mana tertolak karena mata kiri saya yang tidak bisa melihat. Tapi akhirnya saya memilih utk kerja mandiri, menulis buku2 dan membuka toko buku online.

Silahkan jika anda ingin berkunjung di toko online saya di : www.honbookstore.com.

Posting Komentar