Selasa, 24 Februari 2015

Kebijakan Kemdikbud pada Perubahan Ujian Nasional

بِسْــــــــــــــــمِ اﷲِالرَّحْمَنِ اارَّحِيم

iklan-tusfiles
Berdasarkan hasil sosialisasi Kemdikbud terkait kebijakan Perubahan Ujian Nasional pada Konkernas PGRI , maka telah dilakukan penerapan terhadap kebijakan tersebut yang diantara lain isi kebijakan-kebijakan tersebut dapat dibaca pada narasi dibawah ini. 
Kemdikbud menyadari bahwa peningkatan mutu layanan pendidikan membutuhkan penilaian berbagai indikator kinerja.
  1. Ujian Nasional adalah salah satu indikator dari 8 Standar Nasional Pendidikan. Masih ada berbagai alat ukur lain yang digunakan oleh Kemdikbud, antara lain:
  2. UKG [Uji Kompetensi Guru] – menilai kemampuan pedagogik dan kompetensi keilmuan guru.
  3. INAP [Indonesia National Assessment Program] – ukuran mutu tingkat sekolah
  4. PISA [Programme for International Student Assessment] – pengukuran capaian kinerja siswa skala internasional
Kemdikbud mengajak semua pihak untuk mengubah fokus kita dari sekadar soal nilai dan hasil kelulusan Ujian Nasional menjadi pemanfaatan berbagai indikator kinerja yang ditangkap oleh berbagai alat ukur untuk meningkatkan mutu pendidikan.

Tujuan Ujian Nasional
Menilai pencapaian standar kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional Potensi Kegunaan Ujian Nasional
Hasil ujian nasional digunakan sebagai salah satu pertimbangan untuk:
  1. pemetaan mutu program dan/atau satuan pendidikan;
  2. dasar seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya;
  3. pembinaan dan pemberian bantuan kepada satuan pendidikan dalam upayanya untuk meningkatkan mutu pendidikan;
  4. penentuan kelulusan dari satuan pendidikan
Kebijakan Kemdikbud pada Perubahan UN

Perubahan
  1. Ujian Nasional TIDAK untuk kelulusan [kelulusan sepenuhnya ditentukan oleh sekolah]
  2. Ujian Nasional dapat ditempuh BEBERAPA KALI [untuk memperbaiki pencapaian terhadap standar]
  3. Ujian Nasional wajib diambil MINIMAL satu kali [mulai 2016, dilakukan lebih awal untuk memberi waktu perbaikan opsional], baca juga detailnya tiga perubahan ujian nasional ala Anies Baswedan

Rencana Perbaikan
  1. Peningkatan mutu soal mendorong deep learning, soal yang kontekstual [budaya, sosio-antropologis, lingkungan]
  2. Disertai dengan survei dan kuesioneruntuk mengidentifikasi faktor pengaruh terhadap capaian
  3. Surat Keterangan Hasil UN lebih lengkap dengan levelling untuk menggambarkan capaian kompetensi siswa
  4. Penggunaan CBT [computer-based test] agar lebih fleksibel dan handal
 Dengan adanya perubahan dan perbaikan ini, maka ketakutan para siswa hilang sudah , karena landasan Penentu Kelulusan bukan UN dijadikan sebagai patokan.

Harapan yang ingin dicapai dari Ujian Nasional yang Berkualitas
  1. Soal yang baik
  2. Pelaksanaan yang jujur dan kredibel
  3. Pemanfaatan hasil untuk peningkatan mutu pendidikan berkelanjutan
  4. Tepat mutu, tepat waktu, tepat jumlah, tepat sasaran

Isi Surat Keterangan Hasil / Laporan Ujian Nasional
Untuk siswa dan orangtua:
  • Nilai tes
  • Kategorisasi/levelling dan deskripsi
  • Diagnostik untuk perbaikan
Untuk sekolah dan pemerintah daerah, ditambahkan:
  • Konteks = posisi terhadap rerata siswa yang lain di sekolah, daerah maupun nasional
  • Indeks non parametrik = mengukur perilaku saat tes, perkembangan hasil dari tahun ke tahun, dll
Alasan Kemdikbud mengubah Ujian Nasional:
Ujian Nasional Seharusnya:
  • Mendorong siswa belajar
  • Mendorong guru tuntaskan kompetensi
  • Menjadi standar kompetensi minimum nasional
  • Dapat dipakai sebagai acuan antar propinsi
  • Pemersatu bangsa
  • Adanya ukuran capaian kompetensi pendidikan yang dapat dipakai antar negara

Ujian Nasional Senyatanya:
  • Perilaku negatif kecurangan
  • Perilaku negatif teaching-tothe-test
  • Siswa menjadi “korban”
  • Siswa alami distress
  • Pembelajaran tidak tuntas
  • Kekurangan standardized tests
  • Sifat high-stake testing

Ujian Nasional pada Level Perbaikan
  • Perbaiki mutu pendidikan melalui berbagai alat pengukuran [bukan hanya UN]
  • Memberikan otonomi pada sekolah dan mengurangi tekanan tidak perlu, pisahkan dari kelulusan sekolah
  • Perbaiki sistem penilaian yang lebih bermakna
  • Ujian Nasional wajib diambil minimal satu kali [dilakukan lebih awal untuk memberi
  • waktu perbaikan opsional bagi siswa yang capaiannya kurang]
  • Dorong pembelajaran dan Integritas
Baca juga informasi Tanggal Penting UN 2015 

Download file PDF-nya sebagai referensi


bannerkomen
Share this article :

BACA JUGA ARTIKEL LAINNYA :

0 komentar:

Posting Komentar